YDM – Siswa siswi Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Darul Mukmin, menampilkan hasil karya mereka yang terbuat dari bahan bekas menjadi berbagai macam kebutuhan, Jumat (3/11/2023).

Kegiatan tersebut merupakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang digelar TKIT Darul Mukmin, dan diikuti seluruh siswa siswi serta melibatkan para orang tua wali murid, dalam membuat hasil karya berbahan sampah daur ulang.

Beberapa diantaranya menampilkan hasil karya berupa pakaian terbuat dari bahan kantong plastik, karung beras, atau kertas minyak, lalu dibuat seperti jas maupun pakaian menarik lainnya, sehingga dipakai dalam unjuk karya layaknya modelling diatas catwalk.

Hasil kerajinan lainnya dari sampah plastik yang ditampilkan dalam kegiatan P5 TKIT Darul Mukmin, seperti tempat tisu terbuat dari stick es krim, dompet terbuat dari kardus, bunga dari sedotan dan kantong plastik, tempat pensil dari stick es krim, tas tenteng dari sedotan, kotak tisu dari sedotan, dan banyak lagi.

Masing-masing dari siswa siswi TKIT Darul Mukmin maju satu persatu dari setiap kelas, menunjukkan hasil karya yang telah dibuat dari bahan sampah, dan terbagi menjadi empat kelas, diantaranya Kelas Ali bin abithalib 24 hasil karya, Kelas Umar bin khattab 30 hasil karya, Kelas Sa’ad bin Abi Waqash 22 hasil karya, dan Kelas Abdurrahman bin ‘Auf 20 hasil karya.

Kepala TKIT Darul Mukmin, Dina Marlina Lubis mengatakan, program P5 di TKIT Darul Mukmin berlangsung selama tiga minggu, dan telah dimulai sejak 16 Oktober 2023 kemarin, sehingga puncak acaranya dilaksanakan pada Jumat (3/11/2023).

“Tujuan dari kegiatan P5 ini adalah, bagiamana menjadikan peseta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan kreatif, kita sudah mengajarkan teman-teman kecil (sapaan akrab siswa siswi TKIT Darul Mukmin), bahwa alam sekitar memberi kesejukan kepada kita, tidak takut lagi kedepannya dimanapun mereka berada, bisa menampilkan hasil karyanya seperti saat ini,” ujar Dina Marlina Lubis.

Dari kegiatan P5 itu, TKIT Darul Mukmin mengusung tema tentang Imaginasiku dan Kreatifitasku, yang merupakan salah satu dari lima tema disarankan oleh Kementerian.

“Tema ini kita pilih, karena merupakan salah satu hal yang paling dekat dengan anak-anak, adalah barang-barang bekas yang bisa ditemui di lingkungan sehari-hari,” ucapnya.

Dina Marlina Lubis berharap, dari kegiatan P5 agar dapat menumbuhkan karaakter anak-anak yang ingin dicapai, seperti siap bekerjasama, cinta kebersihan linkungan, dan peduli antara satu dengan yang lain.

Melalui gerakan P5 maka akan dapat dilihat pendidikan karakter, sebagia kunci utama pendidikan untuk seluruh peserta ditik.

Untuk itu, Dina Marlina Lubis mengajak para orang tua wali murid agar dapat menjadi penguat di dunia pendidikan, begitupun masyarakat agar dapat menjadi tiga pusat penguatan pendidikan, yang memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita bangda dan karakter anak yang berakhlak mulia.

“Kita bisa melihat karakter anak-anak tumbuh, maka kami mohon partisiapsi dari ayah bunda untk mewujudkan program di TKIT Darul Mukmin. Terimakasih juga kami ucapkan kepada seluruh oang tua wali murid, yang telah berpartisipasi, menciptakan ide dalam membuat hasil karya di kelas andanda masing-masing,” kata Dina Marlina Lubis.

Sementara itu, Ketua Komite TKIT Darul Mukmin, Wela mengatakan, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, dalam hasil karya dari barang bekas, yang tujuannya untuk meningkatkan kecintaan ananda terhadap lingkungan.

“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama-sama, dalam kegiatan pagelaran hasil karya P5 TKIT Darul Mukmin. Merupakan salah satu program yang harus dilaksanakan dari kurikulum meredeka, dan ini sudah kita laksanakan selama tiga minggu, dengan melibatkan seluruh ananda dan para ayah bunda hebat,” ucapnya.

Sebelum pagelaran atau penampilan para siswa siswi TKIT Darul Mukmin, diawali dengan tilawah yang dibacakan oleh enam orang perwakilan teman-teman kecil, lalu pembacaan 99 asmaul husna oleh perwakilan tujuh orang teman-teman kecil dengan cara dihafal, setelahnya sambutan-sambutan dan penampilan pertama diawali dengan lagu pelajar pancasila, selanjutnya penampilan dari masing-masing anak dari hasil karya yang telah dibuat. (Sumber : radioazam.id)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *