Mimin Boneka Berjilbab Bisa “Bicara” Jadi Pusat Perhatian Siswa Siswi KB TKIT Darul Mukmin Karimun
YDMK – Boneka bisa “berbicara” menyerupai anak perempuan berjilbab yang diberi nama Mimin, mencuri perhatian siswa siswi Kelompok Bermain Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (KB TKIT) Darul Mukmin, dalam kegiatan Mimin Goes to School, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Hall Kids Centre Darul Mukmin itu, membuat siswa siswi KB TKIT Darul Mukmin memusatkan perhatiannya pada sosok boneka berjilbab. Anak-anak semakin penasaran sebelum acara dimulai dan hanya bisa memandang dari kejauhan.
Tapi ketika Mimin sudah mulai beraksi dan menyapa teman-teman kecil (sapaan akrab siswa siswi KB TKIT Darul Mukmin), serentak menjawab salam dengan penuh riang gembira.
Mimin adalah boneka tangan berbentuk karakter lucu dan bersahabat. Mimin disuarakan dan digerakkan oleh seorang guru terlatih bernama Andiana Leila, ia duduk disamping anak-anak.
Sebagai pengendali Mimin, tentunya Andiana Leila tidak hanya menggerakkan boneka, tetapi juga memainkan intonasi suara, ekspresi dan gaya bicara, agar terasa hidup dan seolah nyata bagi anak-anak.
Kepala KB TKIT Darul Mukmi, Dina Marlina Lubis mengatakan, kegiatan Mimin Goes to School adalah program edukatif interaktif. Dimana boneka bernama Mimin hadir ke sekolah-sekolah untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak, dan diawali dari KB TKIT Darul Mukmin.
“Bentuk kegiatan dari Mimin Goes to School berupa pembelajaran tematik dan nilai karakter, melalui cerita, dialog, lagu, permainan edukatif, dan demonstrasi perilaku baik. Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, tidak hanya mendengar tetapi juga aktif merespon dan terlibat,” ujar Dina Marlina Lubis.
Adapun tujuan utama kegiatan Mimin Goes to School menurutnya adalah, menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti disiplin, jujur, sopan, peduli, dan mandiri kepada anak-anak, membiasakan untuk belajar dengan gembira dan berani berpendapat, meningkatkan komunikasi dan interaksi sosial anak melalui media yang menarik, serta memberikan contoh pembelajaran kreatif bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PAUD maupun TK, agar bisa meniru metode pembelajaran berbasis media boneka.
Pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan Mimin Goes to School adalah, belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Sehingga, melalui Mimin anak-anak diajak memahami bahwa berbuat baik, rajin belajar, dan menghormati orang lain, merupakan hal yang menyenangkan dan membahagiakan.
Selain itu kata Dina Marlina Lubis lagi, kegiatan ini juga menyampaikan pesan bahwa pendidikan karakter sejak dini, sangat penting untuk membentuk pribadi anak yang kuat dan berakhlak mulia.
Dia beralasan, dipilihnya media boneka karena anak usia dini lebih mudah memahami pesan dari tokoh yang mereka sukai. Selain itu, boneka membuat suasana belajar lebih hidup dan menarik, anak-anak lebih berani berkomunikasi dengan boneka dibandingkan dengan orang dewasa.
“Secara psikologis, boneka dapat menjadi perantara komunikasi dan ekspresi emosi anak. Efektivitasnya terbukti, karena anak-anak menjadi lebih fokus, antusias, dan mudah memahami pesan yang disampaikan melalui karakter boneka,” terangnya.
Dijelaskannya lagi, ide tentang sosok boneka Mimin muncul dari keinginan untuk menghadirkan media belajar, yang dekat dengan dunia anak. Sedangkan nama Mimin diambil dari kata Mukmin yang beral dari kata Darul Mukmin, menggambarkan bahwa nama Mimin adalah sosok yang banyak berbicara, untuk memberi nasehat dan cerita baik.
“Nama Mimin terdengar ramah, lucu, dan mudah diingat oleh anak-anak, sehingga cepat menjadi tokoh favorit mereka,” ungkapnya.
Hal itu terbukti dari respon anak-anak yang sangat antusias dan penuh semangat, mereka tertawa menjawab pertanyaan Mimin, bahkan terkadang menirukan gaya bicaranya. Banyak anak yang terpaku mendengarkan cerita Mimin, dan ingin berinteraksi langsung. Setelah kegiatan selesai, anak-anak sering menyebut-nyebut Mimin dan menanyakan kapan Mimin datang lagi ke sekolah mereka.
Dina Marlina Lubis berharap, agar anak-anak lebih mencintai proses belajar karena dikemas dengan cara yang menyenangkan.
“Tentunya nilai-nilai karakter dapat tertanam secara alami dalam diri anak-anak, dan guru juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan metode pembelajaran kreatif berbasis media boneka. Mudah-mudahan Mimin bisa menjadi ikon edukatif, yang membawa pesan kebaikan ke banyak sekolah di seluruh daerah,” ucapnya mengakhiri.
